{"id":35,"date":"2023-07-28T11:43:48","date_gmt":"2023-07-28T11:43:48","guid":{"rendered":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/"},"modified":"2023-07-28T11:43:48","modified_gmt":"2023-07-28T11:43:48","slug":"mesir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/","title":{"rendered":"\u25b7 mitologi mesir \u00bb sejarah, tradisi, dewa dan mitos"},"content":{"rendered":"<p>Apa yang dikenal sebagai <strong>Mesir kuno<\/strong> adalah sebuah kerajaan yang terkonsolidasi sekitar tahun 3200 SM. SM dengan penyatuan <strong>Mesir Hilir dan Mesir Hulu<\/strong> . Akhir dari peradaban ini ditetapkan bagi para sejarawan pada tahun 31 SM. SM, pada saat Kekaisaran Romawi secara resmi mengintegrasikannya ke dalam wilayahnya.<\/p>\n<p> <strong>Mitologi Mesir<\/strong> dipahami sebagai studi tentang kepercayaan yang didukung oleh <strong>agama Mesir kuno<\/strong> , yaitu dari <em>masa pradinasti<\/em> hingga masuknya agama Kristen, ketika praktik semacam ini dilarang pada masa pemerintahan <em>Justinian I<\/em> , pada tahun 535.<\/p>\n<p> <strong>Mitologi Mesir<\/strong> mencakup setiap aspek kehidupan orang-orang ini, mengarahkan mereka untuk menciptakan kompleks monumental besar yang didedikasikan untuk para dewa, pencarian kehidupan abadi, dan demonstrasi <strong>kekuatan firaun<\/strong> . Selama lebih dari tiga milenium, mereka memelihara, memodifikasi, dan memperdalam mitos dan legenda dewa-dewa mereka, mengasimilasi kepercayaan masing-masing bangsa yang ditaklukkan, dan memperkaya kepercayaan mereka sendiri.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> Mitos penciptaan Mesir <\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp\" alt=\"Mito egipcio de la Creaci\u00f3n\" class=\"wp-image-7697\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Mitos penciptaan Mesir. Gambar oleh Gordon Johnson di Pixabay.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Bagi orang Mesir, sebelum adanya dunia, ada <strong>air ciptaan<\/strong> , kekacauan murni, atau <strong>Kata Benda<\/strong> . Dari perairan inilah muncul <strong>Ra<\/strong> , dewa Matahari, di tengah bukit, tempat ia meludah untuk menciptakan <strong>Geb<\/strong> dan <strong>Nut<\/strong> . Mereka masing-masing adalah dewa bumi dan langit, dan mereka adalah ayah dari <strong>Osiris, Isis, Seth,<\/strong> dan <strong>Nephthys<\/strong> . Inilah dewa-dewa primordial dalam <strong>mitologi Mesir<\/strong> , dan merekalah yang akan membentuk segala sesuatu dalam ciptaan.<\/p>\n<p> Harus diingat bahwa, dalam 3000 tahun Mesir kuno berdiri, mitos-mitos ini telah dimodifikasi dan diadaptasi. Ini adalah versi yang paling tersebar luas di kalangan orang Mesir sendiri.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> era pradinasti<\/h3>\n<p> Hal ini ditandai dengan <em><strong>keilahian fenomena alam<\/strong><\/em> yang membingungkan, menakutkan, atau tidak ada penjelasan yang jelas. Segera mereka dikaitkan dengan dewa dengan ciri-ciri hewan tertentu dan mereka digambarkan <em>dalam bentuk manusia<\/em> , dengan tetap mempertahankan beberapa ciri <em>zoomorphic<\/em> .<\/p>\n<p> Contoh yang baik dari hal di atas adalah <strong>Horus<\/strong> <em>\u201cyang tinggi\u201d<\/em> , dewa langit, yang menyerupai elang; <strong>Anubis<\/strong> sebagai anjing Mesir dan <em>\u201cpenjaga pekuburan\u201d<\/em> ; buaya Nil selalu menjadi bahaya, dengan kata lain, dewa yang ditakuti yang dikenal sebagai <strong>Fayoum<\/strong> . Mereka juga dikaitkan dengan konsep-konsep manusia, misalnya: hubungan keluarga, nafsu manusia, dll.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> Tangan dewa-dewa Mesir <\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Dieux-de-la-mythologie-egyptienne.webp\" alt=\"Dioses de la Mitolog\u00eda Egipcia\" class=\"wp-image-7703\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Dewa mitologi Mesir. Foto oleh Daniel Hern\u00e1ndez Colonne. film.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> <strong>Mitologi Mesir<\/strong> lebih dari sekedar kumpulan kepercayaan sederhana, ini adalah pilar filosofis dan etika yang menjadi dasar seluruh budaya mereka. <strong>Maat<\/strong> adalah konsep kunci yang mengatur kehidupan seluruh rakyat Mesir dan mewakili keseimbangan antara keteraturan dan kekacauan.<\/p>\n<p> Dalam mitologi ini mereka adalah politeis, yang mereka sembah <strong><a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/dewa-10\/\" data-type=\"post\" data-id=\"341\">dewa-dewa Mesir<\/a><\/strong> yang berbeda, ini bisa menjadi entitas kacau yang berusaha mengakhiri penciptaan dewa-dewa ketertiban, sementara yang lain berusaha melindungi makhluk-makhluk duniawi. Untuk mempertahankan <strong>maat<\/strong> dan menjaga keseimbangan antara dua kekuatan yang bersaing ini, ada <strong>firaun<\/strong> , satu-satunya penghubung yang ada antara yang ilahi dan yang duniawi.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/punya-milikku\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2311\">punya milikku<\/a> <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Amon-Amon.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-7707\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Foto oleh Jeff Dahl. Wikimedia Commons.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Namanya berarti <em>yang tersembunyi<\/em> , dan dia adalah dewa pelindung raja-raja Mesir. Ia mulai menyebut dirinya <strong><a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/amon-ra\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2222\">Amun-Ra<\/a><\/strong> ketika ia menyamakannya dengan <strong>dewa matahari.<\/strong><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/ra\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2288\">ra<\/a><\/h3>\n<p> Dalam <strong>mitologi Mesir,<\/strong> dewa ini melambangkan <strong>matahari<\/strong> dan, oleh karena itu, kekuatan <strong>penciptaan dan kebangkitan<\/strong> , diwakili oleh terbenam dan terbitnya matahari.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/osiris\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2112\">Osiris<\/a> <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Osiris-1.webp\" alt=\"Osiris\" class=\"wp-image-7708\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Osiris. Foto oleh Jeff Dahl. Wikimedia Commons.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Itu adalah elang, representasi superioritas firaun. Namanya berasal dari kata <strong><em>hery<\/em><\/strong> yang artinya <em>yang di atas<\/em> .<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Ast <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ast-isis.webp\" alt=\"Ast-Isis\" class=\"wp-image-7709\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Ast-Isis. Gambar oleh Clker-Free-Vector-Images dari Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Dikenal dengan nama Yunaninya, <strong><a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/isis\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2074\">Isis<\/a><\/strong> , dia adalah salah satu dewa paling dikenal di <strong>jajaran Mesir<\/strong> . Dia adalah ibu dari <strong>Osiris<\/strong> , dan istri serta saudara perempuan <strong>Horus<\/strong> . Ini melambangkan keajaiban dan cinta serta melindungi ibu dan istri.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> maat<\/h3>\n<p> Dia adalah <strong>personifikasi keseimbangan<\/strong> <strong>antara kebaikan dan kekacauan<\/strong> . Dia mewakili kebenaran, moralitas, keadilan dan ketertiban.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/horus\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2086\">Horus<\/a> <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Horus.webp\" alt=\"Horus\" class=\"wp-image-7700\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Horus. Gambar oleh Clker-Free-Vector-Images dari Pixabay.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Putra <strong>Osiris<\/strong> dan <strong>Ast<\/strong> , dia adalah <strong>dewa langit<\/strong> . Dia melambangkan matahari terbit dan dipandang sebagai pria berkepala elang.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/anubis-dewa-dunia-bawah-mesir\/\" data-type=\"post\" data-id=\"111\">Anubis<\/a> <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Anubis.webp\" alt=\"Anubis\" class=\"wp-image-7704\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Anubis. Foto oleh DEZALB. Pixabay.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Dia adalah penjaga tanah orang mati sampai <strong>Osiris<\/strong> dibunuh oleh <strong>Seth<\/strong> . Dia memiliki penampilan seorang pria berkepala serigala.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/set\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2144\">Seth<\/a> <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Seth-1.webp\" alt=\"Seth\" class=\"wp-image-7710\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Seth. Gambar oleh Clker-Free-Vector-Images dari Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Dia adalah <strong>dewa kekacauan<\/strong> , musuh abadi <strong>Horus<\/strong> dan pembunuh ayahnya, <strong>Osiris<\/strong> . Ia dikaitkan dengan trenggiling, meskipun hal ini tidak sepenuhnya jelas dan gambarnya mungkin terkait dengan hewan yang sudah punah.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/benci\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2259\">kebencian<\/a> <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Hathor.webp\" alt=\"Hathor\" class=\"wp-image-7711\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> kebencian. Foto oleh Jeff Dahl. Wikimedia Commons.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Dewi kegembiraan, tarian dan perayaan, pelindung wanita dan istri <strong>Horus<\/strong> . Di pelipisnya dia biasanya digambarkan sebagai sapi.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/lebah\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2282\">lebah<\/a><\/h3>\n<p> Ini adalah <strong>banteng suci<\/strong> yang melambangkan wujud dewa <strong>Ptah<\/strong> di bumi. Hewan itu tinggal di kandangnya sendiri dan dihormati sampai hari kematiannya.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> bajingan<\/h3>\n<p> Dia mungkin terlihat seperti kucing atau wanita berkepala kucing. Wilayah kekuasaannya adalah <strong>seksualitas dan persalinan<\/strong> dan dia melindungi wanita hamil.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/ptah\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2100\">ptah<\/a> <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ptah.webp\" alt=\"Ptah\" class=\"wp-image-7706\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Ptah, dewa Mesir. Gambar oleh Clker-Free-Vector-Images dari Pixabay.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Dia dihormati sebagai <strong>penemu batu<\/strong> dan merupakan dewa pelindung dan pelindung pengrajin, arsitek, dan pembangun. Gambarannya adalah seorang pria dengan pakaian kerajaan.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Pencelupan<\/h3>\n<p> Orang Yunani memanggilnya <strong><a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/itu\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2209\">Thoth<\/a><\/strong> . Dia berkuasa atas kebijaksanaan dan pengetahuan dan di kuil-kuil dan teks-teks suci dia dipandang sebagai seorang pria berkepala ibis atau babon.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\" data-type=\"post\" data-id=\"2334\">Mut<\/a><\/h3>\n<p> Dalam bahasa Mesir, namanya berarti \u201cibu\u201d. Dia adalah <strong>ibu dewi<\/strong> pencipta segalanya, istri <strong>Amun<\/strong> dan ibu <strong>Khonsu<\/strong> . Dia digambarkan sebagai seorang wanita yang memakai dua mahkota.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Dewa Mesir penting lainnya <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Anouket.webp\" alt=\"Anuket\" class=\"wp-image-7702\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Anoket. Foto oleh Rawpixel Ltd. Flickr.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/anuki\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2183\">Anoket<\/a><\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> air.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> wanita dengan hiasan kepala berbulu besar.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/atum\/\" data-type=\"post\" data-id=\"3811\">atum<\/a><\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> dewa pencipta alam semesta.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> Raja Mesir.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> keb<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> tanah; kesuburan; kehidupan.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> karakter laki-laki dengan kulit hijau atau gelap dan kepala angsa.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Selamat<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Daerah:<\/strong> Banjir Nil.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> pria berjanggut dengan payudara kendur atau bisa juga wanita muda.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Imhotep<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> ahli Taurat dan dokter.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> Pendeta Mesir.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Jepri<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> transformasi dan fajar.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> kumbang kotoran.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/hnum\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2184\">jnum<\/a><\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> kreativitas dan penguasaan Sungai Nil.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> pria berkepala domba jantan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/jonsu\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2106\">Jonsu<\/a><\/h3>\n<p> Dewa <strong>penyakit<\/strong> <strong>dan siklus bulan<\/strong> . Dia adalah seorang pria mumi dengan janggut kerajaan dan piringan bulan di kepalanya.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Mesjenet<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> personifikasi blok adobe yang digunakan saat melahirkan.<\/li>\n<li> <strong>Foto:<\/strong> seorang wanita.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Mini (Menu)<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> kejantanan.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> pria dengan gada membawa cambuk.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Saya berguling<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> perang dan kekerasan.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> pria berkepala elang.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/nephthys\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4729\">nephthys<\/a><\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> kegelapan, perjalanan bawah tanah dari kematian menuju kehidupan kekal.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> wanita dengan mesin terbang di kepalanya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Nekhbet<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> Royalti Mesir Hulu.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> wanita mengenakan pakaian kerajaan firaun.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Tidak keduanya<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> perang dan perburuan.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> wanita dengan mahkota Mesir Hilir, busur dan dua anak panah.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/kacang\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4147\">kacang<\/a><\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> Alam Surgawi. Dia menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia fisik.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> wanita dengan tubuh melengkung berwarna biru muda.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/puas\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2201\">Satelit<\/a><\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> menyebabkan banjir yang membawa hasil panen.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> wanita dengan tanduk kijang dan mahkota dari Mesir Hilir.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/sekhmet\/\" data-type=\"post\" data-id=\"2299\">sekhmet<\/a><\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> kekerasan, wabah penyakit dan wabah penyakit.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> perempuan dengan kepala leonine.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Serket<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> sihir penyembuhan dan kalajengking.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> kalajengking berkepala wanita.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Seshat<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Bidang:<\/strong> penulisan dan sejarah.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> wanita dengan busur dan bintang berujung lima atau tujuh di kepalanya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/shu\/\" data-type=\"post\" data-id=\"3793\">Shu<\/a><\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Dominion:<\/strong> Dewa udara purba.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> pria dengan bulu burung unta<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Sobek<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> kehidupan, tumbuhan dan tanah subur.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> pria berkepala buaya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Socar<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> Dunia Bawah, kegelapan dan kematian.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> Mumi laki-laki berkepala elang.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Sopdet<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> mengumumkan banjir Sungai Nil; mewakili bintang Sirius.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> seorang wanita di atas perahu atau seekor anjing.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Tatenen<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> bumi dan semua yang hidup di atas dan di bawah.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> pria berkepala domba jantan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> terbunuh<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> kesuburan dan kelahiran.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> wanita berkepala kuda nil.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/tefnut\/\" data-type=\"post\" data-id=\"3884\">tefnut<\/a><\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> kelembapan dan embun yang membuat tanaman tumbuh.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> singa betina atau wanita berkepala singa.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> ouedjet<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Daerah:<\/strong> tanah subur.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> seekor ular kobra, kita punya bola basket.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> upuaut<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain:<\/strong> Membuka jalan bagi raja dan dewa.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> serigala hitam berkepala putih.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Anhur<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Dominion:<\/strong> perlindungan terhadap musuh dan binatang buas yang agresif.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> prajurit dengan hiasan kepala berbulu.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Heqtit<\/h3>\n<ul>\n<li> <strong>Domain :<\/strong> pertolongan pada saat melahirkan.<\/li>\n<li> <strong>Gambar:<\/strong> wanita berkepala katak.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> Kelompok yang membagi dewa-dewa Mesir <\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Groupes-de-dieux-egyptiens.webp\" alt=\"Grupos de Dioses egipcios\" class=\"wp-image-7699\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Kelompok dewa-dewa Mesir. Gambar oleh Kathleen Pirro di Pixabay.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<ul>\n<li> <em>Ennead dari Heliopolis \u201cJiwa Thoth<\/em> \u201d: Atum, Shu, Tefnut, Nut, <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/nephthys\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4729\">Geb<\/a> , Isis, Osiris, Nephthys dan Seth; yang dewa utamanya adalah <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/makan\/\">Aten<\/a> .<\/li>\n<li> <em>Triad Theban<\/em> : Amon-Mut-Jonsu (dewa utama adalah Amon).<\/li>\n<li> <em>Ogdoad dari Hermopolis<\/em> : Kata Benda, <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/biarawati\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4275\">Nunet<\/a> , <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/dia-h\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4037\">Heh<\/a> , <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/hehe\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4719\">Hehet<\/a> , Kek, <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/keket\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4186\">Keket<\/a> , Amon dan Amonet; dari sinilah dewa <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/ra\/\">Ra<\/a> lahir.<\/li>\n<li> <em>Triad gajah<\/em> : Jnum- <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/puas\/\">Satis<\/a> -Anuket (Jnum adalah dewa utama).<\/li>\n<li> <em>Triad Memphis<\/em> : Ptah-Sejmet- <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/nefertem\/\">Nefertum<\/a> (di mana Ptah adalah dewa utama).<\/li>\n<\/ul>\n<p> Meskipun demikian, angka-angka berikut harus disorot:<\/p>\n<ul>\n<li> <em>Amon<\/em> . Dia adalah dewa lokal suku Theban. Dia adalah dewa universal dan dianggap sebagai bapak para dewa.<\/li>\n<li> <em>Anubis<\/em> . Dewa kematian Mesir.<\/li>\n<li> <em>ra<\/em> . Dewa matahari Mesir, tempat pemujaan utamanya berada di Heliopolis.<\/li>\n<li> <em>Horus<\/em> . Dia dihormati di seluruh wilayah Mesir, dia adalah salah satu utilitas tertinggi dan tidak diragukan lagi salah satu yang tertua.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> Kuil suci mitologi Mesir <\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Statue-de-pharaons-de-lEgypte-ancienne.webp\" alt=\"Estatua de faraones del Antiguo egipto\" class=\"wp-image-7696\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Patung firaun Mesir kuno. Foto oleh Ivanmorenosl. Envato.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Untuk budaya yang sangat terkait dengan dewa dan mitos, lingkungan suci diharapkan menjadi elemen kunci dalam memahaminya. Di <strong>kuil dan piramida<\/strong> itulah mereka mencatat sejarah dan peristiwa terpenting peradaban mereka, baik nyata maupun mitos.<\/p>\n<p> <strong>Kuil Mesir<\/strong> dapat dibagi menjadi tiga kategori:<\/p>\n<ul>\n<li> <strong>Kawasan Ilahi:<\/strong> Ini adalah kuil dalam arti yang paling harfiah, tempat satu atau lebih dewa disembah, gambar mereka disimpan, dan ritual dilakukan.<\/li>\n<li> <strong>Kuil pemakaman:<\/strong> di dalam kandang ini terdapat tempat di mana memori firaun dilindungi. Pada saat kematiannya, upacara pemakaman dilakukan, sejarahnya, eksploitasinya dan formula magis yang menjamin keabadiannya terukir di dindingnya dan dia dihormati setelah ditempatkan di makam kerajaannya.<\/li>\n<li> <strong>Cenotaph:<\/strong> para firaun memerintahkan pembangunan kandang suci ini selama masa hidup mereka. Mereka berfungsi sebagai kuil pemakaman kedua untuk mencerminkan kekuatan mereka dan menceritakan kisah mereka sesuai dengan keinginan orang untuk mengingatnya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> Mitos Mesir <\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hieroglyphe-egyptien.webp\" alt=\"Hieroglifico egipcio\" class=\"wp-image-7695\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Hieroglif Mesir. Foto oleh didesign. Envato.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Sebagai salah satu <strong>peradaban paling awal dalam sejarah<\/strong> , orang Mesir membangun kerajaan mereka berdasarkan mitologi kompleks yang mendasari nilai-nilai etika dan moral, masa lalu masyarakat mereka, dan otoritas firaun. sebagai wakil ilahi di muka bumi.<\/p>\n<p> Beberapa mitos terpenting dari budaya ini adalah:<\/p>\n<ul>\n<li> <strong>Mitos penciptaan<\/strong> .<\/li>\n<li> Mitos Osiris ( <strong>Pembunuhan Osiris<\/strong> ).<\/li>\n<li> <strong>mitos horus<\/strong><\/li>\n<li> Mitos <strong>penyatuan Mesir Hulu dan Mesir Hilir<\/strong> .<\/li>\n<\/ul>\n<p> Ini adalah kisah-kisah yang meninggalkan jejak nilai-nilai moral yang harus diwakili oleh orang-orang baik di kerajaan dan meninggalkan kesaksian akan kekuatan kedaulatan yang tak terbantahkan.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> kehidupan setelah kematian<\/h3>\n<p> <strong>Pencarian keabadian<\/strong> adalah pilar fundamental di mana seluruh kebudayaan Mesir kuno dibangun. Meskipun pada prinsipnya hanya kaum bangsawan yang dapat mengakses kehidupan kekal, seiring berjalannya waktu hak istimewa ini diperluas ke seluruh penduduk.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Keabadian di Mesir Kuno<\/h3>\n<p> Kematian bagi orang Mesir hanyalah <strong>jeda dalam perjalanan menuju keabadian<\/strong> . Jenazah harus dipersiapkan dan disimpan di rumah yang sesuai sehingga almarhum dapat melakukan perjalanan dengan <strong>kapal suci<\/strong> menuju <strong>Duat<\/strong> , di mana hatinya akan diadili oleh <strong>Osiris<\/strong> .<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> legenda mitologi Mesir<\/h2>\n<p> <strong>Legenda Mesir<\/strong> adalah cerita mitos yang menunjukkan nilai-nilai yang harus diikuti oleh warga negara yang baik, atau mengungkapkan kekuatan firaun sebagai penguasa dan wakil para dewa di dunia bawah.<\/p>\n<p> Beberapa legenda paling terkenal dari Mesir kuno adalah:<\/p>\n<ul>\n<li> <strong>Legenda Sinuh\u00e9<\/strong> .<\/li>\n<li> Mitos <strong>Isis dan tujuh kalajengking<\/strong> .<\/li>\n<li> <strong>Tentara Cambyses II yang hilang<\/strong> .<\/li>\n<li> <strong>Nama rahasia Ra<\/strong> .<\/li>\n<li> <strong>Asal usul kalender Mesir<\/strong> .<\/li>\n<\/ul>\n<p> Legenda-legenda ini dicatat dalam monumen-monumennya yang tak terhitung jumlahnya sehingga siapa pun yang membacanya dapat memahami asal usul dan nasib masyarakatnya.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> Ritual dari mitologi Mesir <\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Satisfait-1.webp\" alt=\"Rituales de la Mitolog\u00eda Egipcia\" class=\"wp-image-7701\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Ritual dari mitologi Mesir. Foto oleh Rawpixel Ltd. Flickr.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> Mesir Kuno adalah peradaban yang terkait erat dengan <strong>sihir, ritual, dan praktik penguburan supernatural<\/strong> . Masing-masing dewa memiliki festivalnya sendiri yang melibatkan praktik-praktik tertentu untuk memohon kepada dewa atau menenangkan murkanya.<\/p>\n<p> Budaya ritual ini juga tercermin dalam mitologi mereka, misalnya kita melihat ritual <strong>Duat<\/strong> , atau <strong>dua kebenaran.<\/strong> Dalam ritual ini, almarhum melakukan perjalanan dengan perahu suci sambil ditimbang hatinya dengan timbangan. Di salah satu menara terdapat jantung, sedangkan di menara lainnya terdapat bulu yang melambangkan <strong>Ma&#8217;at<\/strong> .<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Ritual pemakaman dari mitologi Mesir<\/h3>\n<p> Agar seseorang <strong>dapat melakukan perjalanan menuju keabadian<\/strong> , syarat-syarat tertentu harus dipenuhi. Almarhum harus dilindungi di tempat yang sesuai, ia harus ditemani dengan semua harta benda yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya di akhirat dan mantra-mantra yang sesuai harus dipraktikkan.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Mumifikasi <\/h3>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Momification-dans-la-mythologie-egyptienne.webp\" alt=\"Momificaci\u00f3n en la Mitolog\u00eda egipcia\" class=\"wp-image-7712\" srcset=\"\" sizes=\"auto, \" title=\"\"><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Mumifikasi dalam mitologi Mesir. Foto oleh iheartcreative. Envato.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p> <strong>Proses mumifikasi<\/strong> melibatkan serangkaian ritual rumit yang berfungsi untuk menjamin keabadian firaun dan memastikan bahwa ia dapat melewati penghakiman ilahi yang akan menentukan apakah hidupnya akan tinggal di tanah abadi orang benar atau harus dihukum dan disucikan.<\/p>\n<p> Salah satu fungsi terpenting dari proses ini adalah memulihkan indra orang yang meninggal, karena sangat penting untuk dapat melakukan <strong>perjalanan melalui dunia bawah<\/strong> . Mulut jenazah dibuka, matanya diawetkan, telinganya dirawat, dan sebagainya. Bagi orang Mesir, jika jenazah orang yang meninggal tidak lengkap, maka akan terhalang untuk mencapai keabadian.<\/p>\n<p> Organ-organ tubuh disimpan dalam wadah yang berbeda dan diperlakukan sesuai dengan maknanya dalam <strong>mitologi Mesir<\/strong> , dengan mengutamakan hati, yang dianggap sebagai simbol moralitas seseorang.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> Hukuman dalam mitologi Mesir<\/h3>\n<p> Hukuman paling berat bagi orang Mesir pada zaman dahulu adalah pengingkaran terhadap keabadian jiwanya. <strong>Kitab Orang Mati<\/strong> adalah catatan tentang semua ritual, mantera, dan praktik yang diperlukan bagi orang yang telah meninggal agar siap untuk perjalanannya menuju kehidupan abadi. Jika salah satu dari kondisi ini tidak dipenuhi dengan benar, jiwa akan dihancurkan oleh <a href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/makhluk-6\/\" data-type=\"post\" data-id=\"4399\">makhluk dunia bawah<\/a> atau menerima siksaan abadi di wilayah Set.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> Bibliografi<\/h2>\n<p> KAMUS MITOLOGI MESIR, Miller dan Alvar<\/p>\n<p> DEWA MESIR \u2013 MITOLOGI, Komunikasi dan Bahasa MESIR (Universidad de San Pedro)<\/p>\n<p> KEKEBALAN DI MESIR KUNO, Javier Mart\u00ednez-Pinna<\/p>\n<p> MITOS MESIR, George Hart<\/p>\n<p> DEWA DAN MITOS MESIR KUNO, Robert Swindells<\/p>\n<p> SEJARAH MESIR KUNO, Oxford, edisi Ian Shaw<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang dikenal sebagai Mesir kuno adalah sebuah kerajaan yang terkonsolidasi sekitar tahun 3200 SM. SM dengan penyatuan Mesir Hilir dan Mesir Hulu . Akhir dari peradaban ini ditetapkan bagi para sejarawan pada tahun 31 SM. SM, pada saat Kekaisaran Romawi secara resmi mengintegrasikannya ke dalam wilayahnya. Mitologi Mesir dipahami sebagai studi tentang kepercayaan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-35","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mitologi-mesir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>\u25b7 MITOLOGI MESIR \u00bb Sejarah, Tradisi, Dewa dan Mitos - Mitologi Kuno<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 MITOLOGI MESIR \u00bb Sejarah, Tradisi, Dewa dan Mitos - Mitologi Kuno\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang dikenal sebagai Mesir kuno adalah sebuah kerajaan yang terkonsolidasi sekitar tahun 3200 SM. SM dengan penyatuan Mesir Hilir dan Mesir Hulu . Akhir dari peradaban ini ditetapkan bagi para sejarawan pada tahun 31 SM. SM, pada saat Kekaisaran Romawi secara resmi mengintegrasikannya ke dalam wilayahnya. Mitologi Mesir dipahami sebagai studi tentang kepercayaan yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ancient Mythology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T11:43:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tim redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tim redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tim redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5547bbd7262d3e47b90e1a4a258377c1\"},\"headline\":\"\u25b7 mitologi mesir \u00bb sejarah, tradisi, dewa dan mitos\",\"datePublished\":\"2023-07-28T11:43:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/\"},\"wordCount\":2104,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp\",\"articleSection\":[\"Mitologi mesir\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/\",\"name\":\"\u25b7 MITOLOGI MESIR \u00bb Sejarah, Tradisi, Dewa dan Mitos - Mitologi Kuno\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp\",\"datePublished\":\"2023-07-28T11:43:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/mesir\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Rumah\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u25b7 mitologi mesir \u00bb sejarah, tradisi, dewa dan mitos\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/\",\"name\":\"Ancient Mythology\",\"description\":\"Temukan rahasia mitologi dunia!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Ancient Mythology\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/ancientmythology-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/ancientmythology-logo.png\",\"width\":111,\"height\":50,\"caption\":\"Ancient Mythology\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5547bbd7262d3e47b90e1a4a258377c1\",\"name\":\"Tim redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0a10cc3737bd77ba64f9e06d7f882ef6a9441c172dc6e41d2623ccd2b934e867?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0a10cc3737bd77ba64f9e06d7f882ef6a9441c172dc6e41d2623ccd2b934e867?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0a10cc3737bd77ba64f9e06d7f882ef6a9441c172dc6e41d2623ccd2b934e867?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tim redaksi\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ancientmythology.org\\\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 MITOLOGI MESIR \u00bb Sejarah, Tradisi, Dewa dan Mitos - Mitologi Kuno","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 MITOLOGI MESIR \u00bb Sejarah, Tradisi, Dewa dan Mitos - Mitologi Kuno","og_description":"Apa yang dikenal sebagai Mesir kuno adalah sebuah kerajaan yang terkonsolidasi sekitar tahun 3200 SM. SM dengan penyatuan Mesir Hilir dan Mesir Hulu . Akhir dari peradaban ini ditetapkan bagi para sejarawan pada tahun 31 SM. SM, pada saat Kekaisaran Romawi secara resmi mengintegrasikannya ke dalam wilayahnya. Mitologi Mesir dipahami sebagai studi tentang kepercayaan yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/","og_site_name":"Ancient Mythology","article_published_time":"2023-07-28T11:43:48+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp","type":"","width":"","height":""}],"author":"Tim redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Tim redaksi","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/"},"author":{"name":"Tim redaksi","@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/#\/schema\/person\/5547bbd7262d3e47b90e1a4a258377c1"},"headline":"\u25b7 mitologi mesir \u00bb sejarah, tradisi, dewa dan mitos","datePublished":"2023-07-28T11:43:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/"},"wordCount":2104,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp","articleSection":["Mitologi mesir"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/","url":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/","name":"\u25b7 MITOLOGI MESIR \u00bb Sejarah, Tradisi, Dewa dan Mitos - Mitologi Kuno","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp","datePublished":"2023-07-28T11:43:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/#primaryimage","url":"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp","contentUrl":"https:\/\/ancientmythology.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mythe-egyptien-de-la-creation.webp"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/mesir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Rumah","item":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u25b7 mitologi mesir \u00bb sejarah, tradisi, dewa dan mitos"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/#website","url":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/","name":"Ancient Mythology","description":"Temukan rahasia mitologi dunia!","publisher":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/#organization","name":"Ancient Mythology","url":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ancientmythology-logo.png","contentUrl":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ancientmythology-logo.png","width":111,"height":50,"caption":"Ancient Mythology"},"image":{"@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/#\/schema\/person\/5547bbd7262d3e47b90e1a4a258377c1","name":"Tim redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0a10cc3737bd77ba64f9e06d7f882ef6a9441c172dc6e41d2623ccd2b934e867?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0a10cc3737bd77ba64f9e06d7f882ef6a9441c172dc6e41d2623ccd2b934e867?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0a10cc3737bd77ba64f9e06d7f882ef6a9441c172dc6e41d2623ccd2b934e867?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tim redaksi"},"sameAs":["https:\/\/ancientmythology.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ancientmythology.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}